17 Tipe Ibu-Ibu di Social Media (Nomor 13 Paling Menyebalkan…)

Social media adalah rumah bagi segala tipe individu. The cast of characters on those screens is colorful, diverse, and sooo much fun to identify.
Here are 17 types of social media moms you’ll find on your timeline. I’m sure you’ll recognize several of them from your own friends—if you aren’t already one of them yourself 😀

*Gambar dari sini

*Gambar dari sini

1. Newbie mom
Ciri: Posting foto anak tiada henti. Anak lagi tidur, dijemur, menguap, tertawa, tengkurap, mengangkat leher, dipijat, lalala, lilili, lululu. Berlangsung sejak habis melahirkan hingga usia anak 1 tahun.

2. Every-milestone mom
Ciri: Mengabadikan segala momen ‘penting’ dalam proses tumbuh kembang anak. Pertama angkat leher, pertama duduk, pertama makan, pertama potong rambut, pertama berenang, pertama naik sepeda, pertama masuk sekolah, …

3. Ibu hamil yang selalu update usia kehamilan dan kondisi janin
Ciri: Punya album bahkan hashtag khusus berisi dokumentasi lengkap calon bayi, mulai dari foto test pack, print out USG, hingga kenaikan berat badan per bulan. Tidak lupa foto perubahan perut yang semakin membesar dari minggu ke minggu.

4. Working mom yang alih profesi jadi stay at home mom
Ciri: Di hari-hari pertama menganggur, mengumbar rasa bahagia tidak perlu ketemu macet dan enaknya bisa ikut tidur siang bersama anak. Lalu upload foto-foto masakan hasil kreasi di dapur.

5. Ibu rumah tangga berpenghasilan jutaan yang kerja via online dari rumah (atau dari mana saja selama ada colokan listrik)
Ciri: Posting foto laptop dengan background kamar, kafe, kolam renang, dengan ‘bumbu’ penampakan anak yang lagi main. Lalu pasang status betapa beruntungnya bisa tetap dekat dengan anak sekaligus membantu keuangan keluarga—walau kenyataannya penghasilan yang didapat (biasanya) tidak seberapa dan malah jadi lebih sering berkutat dengan hape-laptop dibanding anak.

6. Chronic-complainer mom
Ciri: Membanjiri timeline dengan sederet kenyinyiran, kemarahan, dan keluhan. Entah tentang kelakuan anak orang lain, jalanan macet, asisten rumah tangga, situasi politik, kinerja presiden yang bukan pilihannya, dll. Looks like they should improve their sex life. Sudah bukan rahasia, bahwa great orgasm led us to be in a better mood 😉

7. Ibu sempurna tanpa cela
Ciri: Menampilkan kehidupan keluarganya seperti gambar di majalah. Perfect child, perfect husband, perfect work-life balance, perfect art craft, perfect homemade food. We love them because our inner knowing that the picture they should have posted (but didn’t) was the one of their toddler throwing a temper tantrum.

8. Ibu yang merasa paling mengerti cara mengasuh anak
Ciri: Hobi merendahkan pilihan pola asuh yang diterapkan orangtua lain. Rajin mengomentari issue apapun di dunia parenting, terutama bila berseberangan dengan prinsipnya. Tidak lupa tanda tangan berbagai petisi (via online, tentunya), lalu menganggap telah ikut berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

9. Too-much-information mom
Ciri: Constantly outsourcing the details of their life. Kegiatan anak sehari-hari, olahraga yang sedang ditekuni, warna cat kuku yang dipakai, lipstick yang baru dibeli, film bioskop yang baru ditonton, restoran terakhir yang dikunjungi, … semua ada di timeline. They needs (lots of) validation that they’re living oh-wow-what-a-fantastic life.

10. Ibu yang (berlebihan) membanggakan anaknya
Ciri: Punya keyakinan bahwa anaknya selalu lebih dibanding anak orang lain. Lebih cakep, lebih lucu, lebih kritis, lebih cerdas, lebih berbakat, lebih pemberani. On top of that, they think everyone else agrees. And they can’t stop bragging.

11. Ibu sehat masa kini
Ciri: Hobi posting foto green smoothie, overnight oats buat sarapan, menu clean eating, hingga pose yoga yang baru berhasil dikuasai—meski gaya hidup sehatnya kadang bertepuk sebelah tangan karena suaminya jarang olahraga, tetap merokok, dan masih melahap makanan ‘sampah’.

12. Ibu solehah
Ciri: Suka berdoa di status, karena (entah bagaimana) yakin Tuhan punya akun social media. Diam-diam berharap ada yang mengomentari dan mengamini, karena tujuan utama mengumbar doa memang sekadar cari perhatian.

13. Paranoid mom
Ciri: Mudah percaya hoax, sering share artikel yang tidak jelas logika dan kebenarannya. They do believes everything in the world makes us ill, or fat, or ‘kills’ us. And they’re always ready to listen to the latest conspiracy theory.

14. OOTD mom
Ciri: Rutin posting foto penampilan from head to toe, terutama saat memakai baju/sepatu/tas/aksesori dengan merek yang menurutnya keren dan meningkatkan gengsi. Sepertinya di jaman puber termasuk remaja culun, sehingga fase ‘hey, look at me!’ telat muncul belasan tahun kemudian.

15. Ibu pejuang ASI
Ciri: Posting foto pas IMD, pas menyusui, hingga penampakan freezer yang dipenuhi botol ASIP. Pokoknya sedunia harus tahu mereka punya tekad kuat untuk memberi yang terbaik bagi anak. Tidak lupa pengumuman setiap anaknya lulus S1, S2, dan S3 ASI, plus ikutan ‘rusuh’ saat ada brand atau artikel di internet yang memberi informasi salah tentang ASI.

16. Hot mom
Ciri: Sudah punya dua anak (bahkan lebih!), tapi post-baby body mereka tidak berubah dari semasa lajang. They still look good in a swimsuit. And they know it. We do love (and envy) them because—once in a while—they forces us to put down the martabak keju and work out.

17. Childless mom
Ciri: Belum punya anak, tapi memberikan sage maternal advice for every parenting issue under the sun. Seperti pepatah lama, everyone is a perfect parent—their child would be adorable, well-behaved, and practically perfect in every way—until they actually have child.

Dari list di atas, what other types of social media moms am I missing? 😀


ABOUT THE AUTHOR
amelia yustianaAmelia Yustiana is a mother of two imaginative little boys. Now she’s pregnant with baby number three. She does have a husband who tolerates her random personality, but she’s not sure why. She previously worked for Jawa Pos Group and Femina Group, where she spent more than 9 years with the last position as senior editor before quitting the office job and becoming a stay at home mom.


Advertisements

178 thoughts on “17 Tipe Ibu-Ibu di Social Media (Nomor 13 Paling Menyebalkan…)

  1. Yg belum ada di list “stalker mom” seneng kepoin ibu lain tp ybs amat sangat jarang posting cerita anaknya sendiri 😀 . Kalaupun posting tiap bbrp bulan 1 foto aja spy teman2nya pada penasaran pengen liat anak bule D: .

    Lucu baca komentar2 para ibu2 yg sewot hahaha.

    Liked by 1 person

  2. saya ibu ibu yang suka majang hasil motrek saya, belum ada nih di kategori, bikin dong, hahahhaha… cek deh di IG, banyak banget ibu ibu demen motrek, saya juga termasuk, lalu saya compile semua di FB saya.

    Like

  3. Iya, mbaaa.. bener kata ibu yg di atas. Tipe ibu yg jadiin anaknya objek poto memoto. Plus hashtag #instababy #cutebaby #sweetbaby dan baby baby bala bala.. wkkwk.

    Like

  4. Hahahaha pernah banget ketemu yang kayak gini. Gw sendiri juga pernah deh hobby posting foto anak, makanan sampai kosmetik.
    Sampe akhirnya nyadar sendiri kalau banyak-banyak posting foto anak bahaya juga ya…
    Ketemu yang nyinyir dan suka judging orang lain juga pernah. Well, tapi gw sendiri juga suka silent judging sih ke orang.
    Dan percayalah jadi yang tipe badan kembali kurus setelah melahirkan tuh ga selalu enak. Dari di judge ga pernah makan, asinya sedikit atau kurang gizi pernah deh.

    Nice work mbak!!!!

    Like

  5. Kalo aku mah mbok-mbok borongan kali yak,,posting anak,bisnis,suami,travellimh,apapun deh yg bs buat hore hore
    Tapi maaf ya mba,,artikelnya ga selucu yang komen, ow ow ow
    Dimana sih ada jugdement, ada nyinyiran? Aku Nggk ngrasa tuh
    Ini blog kan sifatnya umum toh,dan di blog sendiri pula. layaknya kamu mau ngeposting apapun di wall sndiri. Mau ada org yg ga suka harapannya km posting kan bakal bnyk like atau komen positive. Atau jangan-jangan kalian mbok mbok yang suka nyinyir di status *oops*
    Buat seru-seruan ajalah smbil makan kacang, kl masih belum seru, panggil anak, ajak maen, katanya kl punya anak apapun di dunia ini bakal jadi bahagia. Masih panas otaknya? suami dulu gih, orgasme sana hohoho

    Like

  6. Ada yg bilang, Salah satu tanda kebesaran hati dan kedewasaan diri adalah mampu MENTERTAWAKAN DIRI SENDIRI dan introspeksi ibu2. Mau ga mau kita pasti akan senyum waktu baca kategori yg bukan kita, tapi ternyata bener banget.(ahahahaha, ngaku aja), tapi ya jangan jg ngambek begitu kita menyadari kenyataan kita tertohok krn kesindir dalam satu nomor diatas. Jadi, biasa aja ini sih tulisanya. Lucu buat introspeksi. Cuma perlu kedewasaan menyikapinya. Saya sndiri udah banyak bgt masuk kategori2 diatas. Hahaha.

    Like

  7. wuaahahhahaha.. ini gue tipe 1 dan 2. Tapi gue yakin setiap ibu yang baru lahiran pasti pernah kena fase 1 dan 2. karena itu momen terindah yang ga bisa dilupakan seumur hidup makanya harus diabadikan 🙂

    Like

  8. hahaha…senyum senyum kulum bacanyaaa….lucu banget mba tulisannya.
    kreatif…daripada misuh-misuh dalam hati ngomentarin postingan dan status si ini dan si itu meningan yaa direkap kaya gini…hahaha

    Like

  9. lucu mbakk… salam kenal ya 🙂
    Saya pernah ngalamin fase yg no 17, nomer 1, nomer 15 juga pernah, sekarang berharap jadi yg nomer 16 hwakaakkkkk… ngakak bacanya jadi malu ngerasa dulu kok alay bgt ya diriku.

    Like

  10. Hi mbaa…makasih ya artikelnya…lucuu…bikin aku ketawa2 sendiri, apalagi yang soal 29 hal yang hanya dialami para Ibu…hihi.

    Like

  11. IRT yang ngeluh di socmed gak punya PRT sama satu lagi mba..
    IRT yang merasa lebih mulia daripada IRT yang tetep kerja di luar..hehehehe..
    Keren mba blog nya..

    Like

  12. wkwkwwkkk bener2 berguna artikel ini, jadi sadar supaya gak lebay n alay di sosmed… btw no. 10 … ada temen saya. terlalu berlebihan membanggakan anaknya yang baru berusia kurang 2 tahun. mungkin karena newbie, sehari bisa berkali2 ganti status BB untuk mengumumkan betapa PINTAR LUAR BIASA anaknya. padahal smua anak ya pasti lucu dan unik… apalagi anak sendiri, namungak perlu lah sampe sedemikian parah nya hingga seperti butuh pengakuan bhw anaknya memang pinter… kasiaaan…

    Like

  13. Semua ibu salah dong?
    Saya agak curiga jgn2 si penulis kurang kerjaan.
    Anaknya nambah ya? Moga2 jd lbh sibuk dan mungkin dpt pencerahan utk bs nulis yg lbh berkualitas.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s